Kumpulan PUISI " Cinta dan Alam"- by Cleo


 

"SEMESTAKU"

Jerami?

Ada apa dengan alam semesta ku?

Si gulita datang mencekam

Lalu derita datang menerpa

Kemana matahariku?

Di mana bintang-bintang ku?

Aku kini tersudut

Tertekan lalu terkusut.

Di mana alam asriku?

Kemana gemilang duniaku?

Kehendak siapa ini?

Entahlah!

Akupun merunduk tuk mengerti

Kehendak si kah?

Atau malah si semesta?

Lantas ke mana takdirku?

Sampai kapan akan menekanku?

Kuharap malaikat terus membantuku

Atas nama harap yang memeberi kekuatan itu   


 

                                                                             

   " SEKELAM INIKAH"

Didalam kelam aku mengeram

Dan kemudian aku terseram.

Kemanakah selanjutnya?

Kemanakah selanjutnya ?

Bagaimanakah setibanya?

Lalu seperti apa ?

Sepanjang perjalanan ini

Telah kucoba untuk memahami

Tapi nihil!

Tak terlukis momen arti

Tak terbayang sebesit hati.

Sekelam inikah?

Sedang mereka beriang ria

Aku malah meratap duka

Sekelam inikah ?

Kembang ini telah layu

Hanya bisa terus menunggu

Seonggok cahaya penentu waktu




"HITAM, PUTIH, ABU-ABU"
 
Apa itu?
Seberkas hitam
Apa itu ?
Seberkas putih.
Ah! Rumit!
Lalu kenapa tak abu-abu?
Hai insan berbudi.
Tegap berdiri menantang ombak
Menyapu tegas sang kebimbangan
Bagaimana jembatan jiwamu ?
Goyahkah?
Kau tak bosan?
Atau kamu lupa betapa lelahnya?
Barangkali Anda tidak berkuasa.
Berhenti dan melepaskan
Segala noda yang merekatkan
Cukup sudah kawan.
Cukup hitam atau putih.
Cukup tolak sang abu-abu
Sekian saja. 
 Jangan lupa!

 

''AMBANG'' BIMBANG” 

Saat keajaiban datang menghinggap

Apa bunga akan menyebar?

Atau ia malah mengharapkan?

Seperti apa takdir menanti?

Jalani dan resapi!

Apa ini mer singgahan ?

Atau ini adalah jawaban ?

Sulit aku mempercayakan

Sepotong hati dalam bayangan

Penyinarkah?

Pikirku hendak merendahkan

Walau masih di ambang kelam .   

 

"AMBANG KELAM" 
Serasa menentram dalam dekapan perlahan mengeram sepeninggalan perlahan meninggalkan “si ambang kelam' Tapi…. Ada batu yang menghambat Juga kerikilyang menghiasi jaman. Ada terselip sebenak risau Kekawatiran dan ingin bahagia Dapat terangkan … 

Seperti bermekar indah,di dalam taman mawar. 

 

  "   PAHLAWAN UTAMA" 

Lakukan langkah mengiringi waktu 

Menyambut tegas sang putih abu

Lalu di sinikah kamu siap? 

seonggok batu atau sebutir debu?

Kuning putih membalut pasti

Sang penguasa masa depan nanti

Dan kalian?

Kalian masih tetap berkeras hati ?

Ketahuilah, itu kerja.

Dan saat ini

Bangkit atau tetap mati

Berlari atau tetap berhenti

Pilihan,pilihan hati juga hidupmu

Kini, sudah melangkah dan buktikah

Sejauh apa tumpuan cinta

Menampak sukses di dalam takhta 

Si manusia ternama ,

Sang pahlawan utama. 

 

    " JELAJAH TETAP"
Ada yang menyuluh,kala jiwa merasa
yakin
Aku menyadari secerna ratap yang kemudian tertutup oleh tatap. Hempasan jiwa meramu sang ombak. Tertipu malu lantunan si burung,hangat. aku tertunduk oleh bayangan. Bayangan kelam yang kemudian mengejar. Tidak!tidak! Aku hanya sedang dikejar. bukan ditarik pada kenangan. Merana hati dalam tuntunan Mengarah peluh pada kenangan. Bukan terlibat untuk kesekian. Mentari paham atas simpuhan Tergenang rasa dalam cita. Rembulan juga atas ratapan Namun dunia? Ia hanya bermegah mengolah harta Bukan merumpun menusuk jiwa Harusnya ku sadar betul Api dan udara adalah jamuan  
Berbeda peluh dengan temuan.



       " TITIK PELUH"

Teruntuk kintih laluan perih

Kehendaku akan melepasmu

Hitam merammu

Putih sang rayu

Bahkan terlibas sang abu abu  

Segunung tinggi laluan perih

Semampai kasih hikmah berseri Peluh tertatih

Kita hidup hanya sekali

Tapi melangkah berjuta kali. 

                                

 

 

 

 

 

 


Comments