"SEMESTAKU"
Jerami?
Ada apa dengan alam semesta ku?
Si gulita datang mencekam
Lalu derita datang menerpa
Kemana matahariku?
Di mana bintang-bintang ku?
Aku kini tersudut
Tertekan lalu terkusut.
Di mana alam asriku?
Kemana gemilang duniaku?
Kehendak siapa ini?
Entahlah!
Akupun merunduk tuk mengerti
Kehendak si kah?
Atau malah si semesta?
Lantas ke mana takdirku?
Sampai kapan akan menekanku?
Kuharap malaikat terus membantuku
Atas nama harap yang memeberi kekuatan itu
" SEKELAM INIKAH"
Didalam kelam aku mengeram
Dan kemudian aku terseram.
Kemanakah selanjutnya?
Kemanakah selanjutnya ?
Bagaimanakah setibanya?
Lalu seperti apa ?
Sepanjang perjalanan ini
Telah kucoba untuk memahami
Tapi nihil!
Tak terlukis momen arti
Tak terbayang sebesit hati.
Sekelam inikah?
Sedang mereka beriang ria
Aku malah meratap duka
Sekelam inikah ?
Kembang ini telah layu
Hanya bisa terus menunggu
Seonggok cahaya penentu waktu
Apa itu?
Seberkas hitam
Apa itu ?
Seberkas putih.
Ah! Rumit!
Lalu kenapa tak abu-abu?
Hai insan berbudi.
Tegap berdiri menantang ombak
Menyapu tegas sang kebimbangan
Bagaimana jembatan jiwamu ?
Goyahkah?
Kau tak bosan?
Atau kamu lupa betapa lelahnya?
Barangkali Anda tidak berkuasa.
Berhenti dan melepaskan
Segala noda yang merekatkan
Cukup sudah kawan.
Cukup hitam atau putih.
Cukup tolak sang abu-abu
Sekian saja.
''AMBANG'' BIMBANG”
Saat keajaiban datang menghinggap
Apa bunga akan menyebar?
Atau ia malah mengharapkan?
Seperti apa takdir menanti?
Jalani dan resapi!
Apa ini mer singgahan ?
Atau ini adalah jawaban ?
Sulit aku mempercayakan
Sepotong hati dalam bayangan
Penyinarkah?
Pikirku hendak merendahkan
Walau masih di ambang kelam .
Lakukan langkah mengiringi waktu
Menyambut tegas sang putih abu
Lalu di sinikah kamu siap?
seonggok batu atau sebutir debu?
Kuning putih membalut pasti
Sang penguasa masa depan nanti
Dan kalian?
Kalian masih tetap berkeras hati ?
Ketahuilah, itu kerja.
Dan saat ini
Bangkit atau tetap mati
Berlari atau tetap berhenti
Pilihan,pilihan hati juga hidupmu
Kini, sudah melangkah dan buktikah
Sejauh apa tumpuan cinta
Menampak sukses di dalam takhta
Si manusia ternama ,
Sang pahlawan utama.
" TITIK PELUH"
Teruntuk kintih laluan perih
Kehendaku akan melepasmu
Hitam merammu
Putih sang rayu
Bahkan terlibas sang abu abu
Segunung tinggi laluan perih
Semampai kasih hikmah berseri Peluh tertatih
Kita hidup hanya sekali
Tapi melangkah berjuta kali.
Comments
Post a Comment